Arief B. Soedibyo

Arief dengan logo perusahaannya..

Mengenal asuransi tahun 2003  sejak memiliki polis asuransi dari beberapa perusahaan asuransi yang ada di Indonesia, baik untuk proteksi dirinya maupun keluarganya.

Mulai berminat mendalami bisnis asuransi setelah istrinya mendorongnya untuk menjadi agen asuransi dan lewat temannya , mas Aidil Karmani dan mbak  Santi (saat itu Unit Manager di Manulife Branch Semarang Global yang baru saja menerima bonus Baby Benz ) , Arief diperkenalkan kepada Tante Arishinta (Branch Manager Manulife Semarang Global) pada tanggal 08 Oktober 2010.

Arief pada usianya yang ke 37 tahun, mengikuti Initial Training Course di PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Semarang pada tanggal 19 Oktober sampai dengan 22 Oktober 2010, kemudian ikut ujian Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (secara on line) pada tanggal 25 Oktober 2010. Puji Tuhan Arief lulus ujian dan berhak untuk memasarkan produk Manulife Financial.

Berdasar pengalamannya di dunia Multi Level Marketing, dimana penolakan adalah menu makanan yang paling lezat, sehingga menjadikan Arief seorang agen yang pantang menyerah.  Bagi Arief, satu orang menolak, maka satu orang closing.  Target kerja selalu dia tentukan, daftar prospek sudah ditulis dalam daftar.

Di Manulife Semarang hanya ada satu agen yang berasal dari Kendal. Hal ini menambah semangat Arief, karena peluang masih terbuka lebar untuk mengembangkan sayap kemanapun.

WordPress ini sebagai jejak langkah, refleksi dan motivasi bagi Arief, dengan tujuan agar para generasi muda – yang membaca kisah perjalanan karirnya di dunia asuransi – bisa mengilhami kegigihannya, keberaniannya dan kesuksesan yang diraihnya dalam bisnis ini. Mensosialisasikan manfaat asuransi kepada semua orang yang belum tahu, atau kepada orang yang telah mengerti namun mengalami beberapa kekecewaan terhadap dunia asuransi.
Arief akan selalu mengutamakan pelayanan dan bekerja dengan hati, kata orang “after sales service” nya harus dijadikan prinsip sebagai agen asuransi yang sukses seperti Deddy Karyanto.

Secara sadar, Arief dan istrinya, mempunyai gagasan bahwa kelak di masa tuanya bisa menikmati hidup dengan bahagia . Sehingga menikmati masa pensiun yang sebenar-benarnya pensiun.

Bagaimana dengan Anda ?

%d blogger menyukai ini: