Kesalahan Yang Menghalangi Jalan Menuju Kekayaan

E-mail dari sahabat saya David Chiang

http://www.keuanganpribadi.com?id=ochafelix

Selamat Pagi, Abang Petrus Guetherez

Pagi ini saya ingin berbagi sedikit mengenai kesalahan-
kesalahan finansial yang sering dilakukan sehingga
menghalangi jalan menuju kaya.

Pensiun sejahtera tentunya menjadi keinginan setiap orang.
Sayangnya, dalam kenyataannya hanya sebagian kecil orang
yang berhasil mencapai kondisi ini. Sisanya? Kebanyakan
orang terpaksa terus bekerja hingga tua, atau hidup
bergantung pada keluarga.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya adalah karena
sepanjang hidupnya, kebanyakan orang cenderung melakukan
kesalahan-kesalahan finansial. Banyak yang menganggap
kesalahan ini tidak penting, sehingga menutup matanya
dan membiarkan dirinya tetap salah secara terus-menerus.
Akibatnya akan fatal bagi keuangan di masa tuanya.

Apa saja kesalahan finansial yang sering dilakukan orang?

1. Tidak menentukan tujuan
Bila Anda tidak tahu mau kemana, bagaimana Anda bisa sampai?
Untuk membangun kekayaan, pertama Anda harus memiliki tujuan.
Terlebih dahulu Anda harus menetapkan jumlah uang yang Anda
inginkan, setelah itu baru Anda bisa membuat rencana keuangan.

2. Tidak mengatur pengeluaran kecil
Anda mungkin tahu berapa pengeluaran umum Anda, tetapi apakah
Anda menyadari berapa total uang yang Anda keluarkan untuk
hal-hal kecil? Berhati-hatilah pada pengeluaran kecil,
terlebih lagi untuk yang sering terjadi, karena setelah
dijumlahkan akan bernilai besar.

3. Menyerahkan seluruh pengaturan keuangan pada orang lain
Anda perlu ikut serta dalam membuat rencana keuangan. Dengan
adanya partisipasi ini, maka Anda akan lebih memahami kondisi
finansial Anda sekarang. Dan Anda mengurangi ketergantungan
terhadap orang yang mengatur keuangan Anda.

4. Mengambil cicilan rumah 30 tahun
Tiga puluh tahun adalah jangka waktu yang terlalu panjang
untuk sebuah kredit. Anda akan berakhir dengan membayar
harga 2 hingga 3 kali harga yang seharusnya bila Anda
bersikeras mencicil tagihan hingga 30 tahun. Ambillah
jangka waktu yang lebih pendek, misalnya 15 tahun. Hal
ini akan menghemat banyak uang Anda.

5. Terlalu banyak hutang
Ingatlah bahwa setiap hutang akan membawa bunga yang harus
Anda bayar. Bunga hutang ini jumlahnya tidak sedikit dan
secara terus-menerus akan mengikis keuangan Anda. Apabila
Anda ingin sehat secara finansial, Anda harus membayar semua
hutang Anda secepat mungkin.

6. Tidak cukup persiapan pensiun atau terlambat memulai
Masa pensiun perlu direncanakan sedini mungkin. Semakin
cepat Anda memulai, maka semakin sedikit uang yang perlu
Anda tabung setiap bulannya.

7. Menggunakan tabungan hari tua Anda sebelum waktunya
Ingat, apapun yang terjadi, jangan pernah menggunakan uang
pensiun Anda. Kalau tidak, akibatnya akan fatal. Bisa-bisa
Anda pensiun tanpa dana sama sekali.

Abang Petrus Guetherez, selalulah waspada pada kesalahan-kesalahan
finansial. Jangan sampai kesalahan-kesalahan seperti ini
menghalangi jalan Abang Petrus Guetherez menuju kekayaan.

 

Ilmu Wira Usaha

Mempersiapkan mental:

menjadi usahawan mesti memiliki mental berwirausaha yang sangat kuat, jangan berfikir tentang berapa keuntungan yang akan diperoleh lebih dulu, tetapi berfikirlah segala resiko yang akan kita hadapi. Siap menang siap kalah, siap untung mesti juga harus siap rugi. Fair kan? Dalam berwirausaha juga
memerlukan ketabahan yang sangat kuat, dalam beberapa kasus tidak semua wirausahawan mengalami kesuksesan, banyak pula yang mengalami kegagalan! sebagian menjadi orang berfikir bahwa menjadi wirausahawan mesti harus punya bakat! Itu benar tetapi tidak mutlak, banyak pula seorang pengusaha yang juga mempelajari dari nol bahkan banyak yang tidak memiliki darah dagang dalam keturunannya!

Kemauan yang kuat untuk berhasil:

menjadi seorang wirausahawan wajib memiliki kemauan yang kuat dan pantang menyerah untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan, tidak mudah menyerah pada nasib!

Selalu mengembangkan ide dan kreativitas:

Albert Einstein pernah menyatakan bahwa bukan ilmu yang mengakibatkan orang berhasil, tetapi ide dan imajinasi! Menjadi seorang wirausahawan dituntut memiliki ide yang cemerlang dalam membangun usahanya. Barang yang sepele bahkan dianggap orang tidak berarti jika dibalut dengan ide dan kreativitas akan menghasilkan produk yang baik. Seorang teman sebut saja Heri di Lamongan Jawa Timur setiap hari memperhatikan banyaknya enceng gondok yang ada di pinggir bantaran sungai dekat rumahnya.

Heri adalah seorang tukang becak yang tinggal di dekat sungai, dia kemudian berfikir mungkin enceng gondok yang tumbuh secara liar ini bisa dimanfaatkan. Ya dia memanfaatkan tanaman liar tersebut menjadi barang yang berguna seperti: tas wanita, dompet, sandal, dsb. Hasilnya ia bisa menjual produk tersebut sampai ke Jakarta!

Dalam sebuah acara di televisi diceritakan bahwa Seonggok bantalan rel kereta api yang sudah tidak terpakai dan banyak dimakan rayap diolah menjadi meja kecil yang ternyata setelah dijual menjadi produk yang sangat diminati konsumen karena keunikannya;

Kemauan untuk Belajar:

Menjadi seorang wirausahawan bukan berarti jauh dari ilmu, memiliki ilmu itu wajib termasuk bagi seorang wirausahawan! Kemauan untuk terus mengembangkan ilmu khususnya berkait dengan dunia wirausaha yang digelutinya akan sangat membantu kelancaran berwirausaha.

Dalam hal ini saya berpendapat bahwa seorang wirausahawan harus punya kemauan kuat untuk belajar kepada orang lain akan keberhasilan maupun kegagalan yang diterima dalam berwirausaha, sehingga hal ini akan dapat meminimalisasi kegagalan dalam mengembangkan usaha yang dijalani.
Sebagai mahasiswa anda jangan hanya terpaku pada pelajaran yang anda peroleh di kelas, tetapi juga belajar dari teman, dosen, bahkan menjadi seorang aktivis mahasiswa adalah proses belajar yang sangat efektif;

Membangun komunikasi dan jaringan pertemanan:

Apabila anda adalah seorang yang memiliki banyak teman, maka hal itu akan menguntungkan anda, mengapa? Untuk memasarkan produk yang anda jual baik jasa maupun barang anda membutuhkan relasi usaha. Teman anda dapat menjadi rekan usaha yang potensial dalam membangun jaringan pemasaran usaha anda kelak.
Bertemanlah dengan banyak orang, jalinlah komunikasi yang efektif dengan siapapun. Apalagi jika anda memiliki teman yang berasal dari luar daerah, maka anda akan punya kesempatan untuk melebarkan sayap usaha anda ke daerah-daerah kelak. Dengan memiliki banyak teman setidaknya anda sudah punya sedikit sayap yang sewaktu-waktu siap untuk dikepakkan untuk melambungkan usaha anda;

Modal Usaha:

Modal yang juga penting dalam membuka sebuah usaha adalah dana. Saran saya jika anda merupakan pendatang baru dalam dunia wirausaha, maka janganlah mengeluarkan dana dalam jumlah besar tetapi mulailah dari hal yang kecil dan anda kuasai. Ketika masih pertama buka usaha jualan pulsa,saya hanya bermodalkan uang sisa gajian (th 2006) Rp 300rb. Kemudian saya bekerja sama dengan istri, dengan percaya diri keliling ke outlet2 hape lain bhw saya bisa suplay barang2 seluler,padahal saya cuma bermodal kepercayaan saja dr distributor. Dalam jangka 1 tahun saya bs menghasilkan omzet 600jt/bulan. Hasil yang sangat lumayan.


Sepele bukan?

 

Asuransi dan Tabungan

Sejak dahulu sampai sekarang kehidupan manusia selalu tidak menentu. Tidak ada seorangpun yang tahu akan apa yang terjadi di kemudian hari, bahkan lima menit ke depan pun kita tidak tahu. Semua itu adalah kuasa Tuhan.

Risiko-risiko dalam hidup juga sering dialami, hal yang seringkali disebut musibah dalam kehidupan sehari-hari. Musibah adalah kerusakan/kehancuran atas aset yang disebabkan oleh bencana alam, sakit, wabah penyakit dan lain-lain. Sedangkan risiko adalah kemungkinan atau ketidakpastian yang menimbulkan kerugian/kehancuran atas aset.

Aset adalah segala sesuatu yang memiliki nilai ekonomi. Aset dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu aset yang dapat dilihat (tangible) diantaranya rumah, mobil, hewan peliharaan, pabrik dan lain-lain. Kemudian aset yang tidak dapat dilihat (intangible) adalah keahlian, keterampilan, kepiawaian dan lain-lain.

Kedua kategori aset itu memiliki nilai ekonomi, yang harus dilindungi untuk meminimalkan kerugian. Maka itu muncullah yang namanya asuransi. Asuransi melindungi NILAI EKONOMI aset-aset tersebut.

Hidup manusia adalah aset yang paling berharga, karena manusia dengan keahliannya dapat membuat atau menghasilkan aset-aset yang lain. Namun manusia dapat menghadapi risiko seperti sakit, cacat, bahkan kematian yang mengakibatkan dia tidak bisa memperoleh penghasilan dan merugikan orang lain yang bergantung kepadanya.
Asuransi menyediakan perlindungan terhadap risiko itu.

MENGELOLA RISIKO

Risiko tidak dapat dihindari, namun dapat dikurangi atau diminimalisir. Cara mengelola risiko antara lain :

  1. Menghindari Risiko
  2. Mengendalikan Risiko
  3. Menerima Risiko
  4. Mengalihkan Risiko

Perusahaan Asuransi bergerak dalam bidang pengelolaan risiko ini. Namun seiring perkembangan asuransi mencakup dua klasifikasi yaitu asuransi jiwa dan asuransi umum. Asuransi sekarang juga merupakan salah satu instrumen menabung.

MANFAAT ASURANSI JIWA BAGI MASYARAKAT

1.  Mengganti program jaring pengaman sosial / perlindungan pemerintah : Dengan asuransi jiwa, maka permasalahan kesejahteraan sosial akan berkurang sehingga pemerintah dapat mengalokasikan dana itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

2.  Meningkatkan stabilitas sosial masyarakat : Asuransi jiwa dapat meredam rasa cemas tiap individu terhadap masalah keuangan di masa depan.

3.  Menjadi sumber keuangan : Dana yang dikumpul oleh perusahaan asuransi dialokasikan untuk kesejahteraan masyarakat, seperti pembangunan jalan dan  infrastruktur pemerintah.

4.  Menyediakan Lowongan Kerja : Perusahaan Asuransi Jiwa dapat membuka lowongan kerja untuk banyak orang, seperti agen, karyawan, aktuaris, underwriter, akuntan dll.

5.  Asuransi Jiwa – Tabungan : Asuransi Jiwa merupakan salah satu cara menabung. Dengan membeli polis, pemegang polis didorong menabung secara berdisiplin untuk mempersiapkan kebutuhan dana jangka panjang.

6.  Asuransi Jiwa untuk kebahagiaan masyarakat : Jika kebutuhan finansial terpenuhi, maka individu dapat bahagia dan akan membuat masyarakat yang bahagia.

PERBANDINGAN TABUNGAN DAN ASURANSI

1. Keuntungan Finansial

  • Produk Tabungan berakhir apabila pemilik tabungan meninggal dunia dan ahli waris mendapat dana hanya sejumlah uang yang ditabung dengan tambahan sedikit bunga sesuai yang dijanjikan.
  • Produk Asuransi akan memberikan sejumlah dana kepada ahli waris sesuai yang tercantum dalam kontrak.

2. Keuntungan Lain

  • Produk Asuransi menawarkan pilihan investasi jangka panjang, seperti asuransi pensiun.
  • Mendorong untuk berhemat atau secara tabungan rencana semi wajib.
  • Membebaskan diri nasabah dari rasa kuatir akan masalah keuangan di masa depan.
  • Menjamin dana saat nasabah menginjak usia lanjut.

Untuk itu, Manulife Finansial Semarang Global siap membantu Anda untuk memberikan arahan perencanaan tabungan sesuai kebutuhan dan kemampuan Anda.  Apalagi untuk masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Kendal dan sekitarnya.

Silakan e-mail : steventimothy.soedibyo@gmail.com

Singkong dan Keju

Pikiran jika selalu digunakan untuk berpikir positif pasti bisa menghasilkan suatu karya yang baik. Imajinasi berawal dari pikiran. Dan seperti iklan di televisi dari salah satu perusahaan rokok, “Imajinasi menghasilkan karya”. itu benar adanya.

Makanan singkong jaman dahulu terkenal sebagai makanan murah yang dikonsumsi kalangan ekonomi menengah ke bawah. Kemudian keju terkenal sebagai pelengkap makanan bagi orang-orang yang berkelas. Sampai tercipta lagu anak singkong yang laris di pasaran saat itu.

Jaman semakin maju, orang harus selalu berpikir kreatif agar bisa menghasilkan suatu produk yang bisa menjadikan mata pencaharian. Dan ternyata, industri yang berasal dari kreatifitas dan inovasi inilah yang justru memberikan dampak yang sangat luas dan melingkupi beberapa aspek.

Industri yang produknya dari hasil kreatifitas tidak akan ada matinya dan tidak terbatas. Seperti judul diatas, singkong dan keju, dua jenis makanan yang dulu bisa menunjukan status ekonomi orang yang mengkonsumsinya, jika diolah dengan inovasi dan kreatifitas tinggi menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi.

Singkong dan keju ini digabungkan menjadi makanan ringan namanya “singkong keju”, dan ada di Weleri, Kabupaten Kendal. Pembelinya pun berbagai kalangan, karena rasanya yang khas dan cocok untuk oleh-oleh.

Itu salah satu contoh hasil kreatifitas, imajinasi seseorang dan berdampak terhadap petani singkong, dan peningkatan kesejahteraan si pemilik warung singkong keju.

Sayang saya belum sempat meng update fotonya, karena harus buru-buru pulang karena sudah ditunggu teman-teman di rumah yang ingin menikmati singkong keju…..
Pesan saya, gunakan pikiran Anda untuk berkreasi, buat impian dan bergerak untuk mewujudkan impian itu, niscaya kesuksesan akan Anda raih…

Komitmen Sebagai Agen Asuransi

Kesuksesan membutuhkan suatu proses, artinya tidak bisa datang secara instant. Harus ada komitmen untuk melakukan pekerjaan yang berkelanjutan agar terbentuk suatu keberhasilan dalam menjalani bisnis sebagai agen asuransi. Luangkan waktu minimal satu tahun untuk memulai usaha ini.

Dalam bisnis asuransi ada training-training atau follow up tentang produk yang diadakan oleh perusahaan. Kursus ini tidak mengeluarkan biaya yang mahal. Hal yang paling penting adalah muatan dan manfaat kursus yang akan menjadi bekal dalam menjalankan bisnis asuransi.

Perlu belajar dan mengetahui hal-hal baru dan trik-trik dalam dunia bisnis asuransi. Komitmen yang tinggi sangat diperlukan dan bisa dipastikan tidak sampai satu tahun akan kelihatan hasilnya. Apabila sudah kelihatan hasilnya ke arah sukses, jadikan bisnis asuransi sebagai gaya hidup atau way of life. Bisnis ini memerlukan proses tertentu yang berbeda pada setiap orang atau pelaku.

Setelah lulus ujian AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia), maka dengan sendirinya atau secara otomatis, seorang agen sudah memasuki wilayah sebuah komitmen. Bisnis asuransi tidak bisa dilakukan secara main-main. Karena jika bermain-main, maka pendapatan yang dihasilkan pun akan main-main. Semua ini memerlukan komitmen, tanggung jawab dan usaha gigih tanpa mengenal arti bosan dan lelah.

Dan seorang agenlah yang bisa menentukan komitmennya sendiri, manajer atau rekan kerja hanya bisa memotivasi.

Beda Asuransi Syariah dan Konvensional

Beda Asuransi Syariah dan Konvensional
Sejak awal saya sangat tertarik dengan konsep Asuransi Syariah. Apalagi saat ini hampir semua perusahaan asuransi memiliki produk syariah. Nah, kalau sudah begini, gak ada lagi deh alasan untuk memilih produk konvensional. Yuk mari coba membandingkan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional.

Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan anda dalam menentukan untuk bergabung dengan asuransi syariah atau asuransi konvensional.

Konsep
Syariah (S) : Sekumpulan orang yg saling membantu,saling menjamin dan bekerja sama dengan cara masing – masing mengeluarkan dana tabarru.
Konvensional (K) : Perjanjian dua pihak atau lebih: pihak penanggung meningkatkan diri pada tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian pada tertanggung.

Misi
S : Misi aqidah, ibadah (ta’awun), misi ekonomi (iqtishodl) dan misi pemberdayaan umat(sosial)
K : Misi ekonomi dan sosial

Asal Usul
S : System Al-Aqilah, suatu kebiasaan suku arab sebelum Islam datang yang kemudian disahkan oleh Rasulullah sebagai hukum islam
K : Dimulai dari masyarakat babilonia 4000-3000 SM yang dikenal dengan perjanjian Hammurabi.

Sumber
S : Bersumber dari firman Allah, Al-Hadist dan Ijma Ulama.
K : Bersumber dari pikiran manusia dan kebudayaan. Berdasarkan hukum positif, hukum alami dan berbagai contoh sebelumnya.

Maisir, Gharar dan Riba
S : Terbebas dari praktik dan unsur Maisir, Gharar, Riba
K : Tidak sesuai dengan syariah Islam karena ada hal-hal yang tidak sesuai dengan syariah

Akad
S : Akad tabarru dan akad tijarat (mudharaba,wakalh, syrikah, dll)
K : Akad jual beli (akad mu’awadhah) dan akad gharar

Jaminan atau Risiko
S : Sharing of risk, terjadinya proses saling menanggung antara satu peserta satu dan peserta lainnya.(ta’awun)
K : Transfe risk; terjadi transfer resiko dari tertanggung kepada penanggung.

Pengelolaan Dana
S : Pada produk saving (life) terjadi pemisahan dana, yaitu dana tabarru (derma) dari dana peserta, sehingga tidak mengenal adanya dana hangus untuk terminsurance (life) dan general insurance semua bersifat tabarru.
K : Tidak ada pemisah dana yang berakibat pada terjadinya dana hangus (produk saving life)

Investasi
S : Dapat melakukan investasi sesuai ketentuan perundang-undangan sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Bebas dari riba dan berbagai tempat investasi yang terlarang
K : Debas melakukan investasi dalam batas-batas ketentuan perundangan-undangan dan tidak terbatas pada halal dan haramnya investasi yang di gunakan

Kepemilikan Dana
S : Dana yang terkumpul dari peserta dalam bentuk iuran atau kontribusi merupakan milik peserta (shahibul maal), sedangkan perusahaan hanya pemegang amanah (mudharib) dan mengelola dana
K : Dana yang terkumpul dari premi peserta seluruhnya. Perusahaan bebas menggunakan dan menginvestasikan kemanapun dana tersebut.

sumber : joinasuransi.com

Sukses Membuka Jaringan Asuransi Di Kendal

Banyak orang berminat mengetahui dunia asuransi, baik ingin berbisnis dalam bidang asuransi maupun ingin menjadi nasabah di perusahaan asuransi. Namun banyak yang tidak mereka ketahui tentang dunia asuransi. Karena itu artikel ini memperkenalkan tentang asuransi, cara memilih perusahaan asuransi, komitmen sebagai agen asuransi dan yang terpenting, bisakah menjadi jutawan dalam bisnis asuransi.

Sejarah Asuransi

Asuransi berasal mula dari masyarakat Babilonia 4000-3000 SM yang dikenal dengan perjanjian Hammurabi. Kemudian pada tahun 1668 M di Coffee House London berdirilah Lloyd of London sebagai cikal bakal asuransi konvensional. Sumber hukum asuransi adalah hukum positif, hukum alami dan contoh yang ada sebelumnya sebagaimana kebudayaan.

Asuransi membawa misi ekonomi sekaligus sosial dengan adanya premi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi dengan jaminan adanyatransfer of risk, yaitu pengalihan (transfer) resiko dari tertanggung kepada penanggung. Asuransi sebagai mekanisme pemindahan resiko dimana individu atau business memindahkan sebagian ketidakpastian sebagai imbalan pembayaran premi. Definisi resiko disini adalah ketidakpastian terjadi atau tidaknya suatu kerugian (the uncertainty of loss).

Asuransi di Indonesia berawal pada masa penjajahan Belanda, terkait dengan keberhasilan perusahaan dari negeri tersebut di sektor perkebunan dan perdagangan di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan jaminan terhadap keberlangsungan usahanya, tentu diperlukan adanya asuransi. Perkembangan industri asuransi di Indonesia sempat vakum selama masa penjajahan Jepang.

Kebutuhan Jaminan yang Dapat Dipenuhi oleh Asuransi Jiwa

1) Kebutuhan Pribadi, meliputi: penyediaan biaya-biaya hidup final seperti biaya yang berkaitan dengan kematian, biaya pembayaran tagihan berupa hutang atau pinjaman yang harus dilunasi; tunjangan keluarga; biaya pendidikan; dan uang pensiun. Selain itu, polis asuransi jiwa yang memiliki nilai tunai dapat digunakan sebagai tabungan maupun investasi.

2) Kebutuhan Bisnis, seperti: insurance on key persons (asuransi untuk orang-orang penting dalam perusahaan); insurance on business owners (asuransi untuk pemilik bisnis); employee benefit(kesejahteraan karyawan) contohnya asuransi jiwa dan kesehatan kumpulan.

sumber : Morton, G. (1999). Principles of Life and Health Insurance.

Pengertian Asuransi

Hidup penuh dengan risiko yang terduga maupun tidak terduga, oleh karena itulah kita perlu memahami tentang asuransi. Beberapa kejadian alam yang terjadi pada tahun-tahun belakangan ini dan memakan banyak korban, baik korban jiwa maupun harta, seperti mengingatkan kita akan perlunya asuransi. Bagi setiap anggota masyarakat termasuk dunia usaha, resiko untuk mengalami ketidakberuntungan (misfortune) seperti ini selalu ada (Kamaluddin:2003). Dalam rangka mengatasi kerugian yang timbul, manusia mengembangkan mekanisme yang saat ini kita kenal sebagai asuransi.

Fungsi utama dari asuransi adalah sebagai mekanisme untuk mengalihkan resiko (risk transfer mechanism), yaitu mengalihkan resiko dari satu pihak (tertanggung) kepada pihak lain (penanggung). Pengalihan resiko ini tidak berarti menghilangkan kemungkinan misfortune, melainkan pihak penanggung menyediakan pengamanan finansial (financial security) serta ketenangan (peace of mind) bagi tertanggung. Sebagai imbalannya, tertanggung membayarkan premi dalam jumlah yang sangat kecil bila dibandingkan dengan potensi kerugian yang mungkin dideritanya (Morton:1999).

Pada dasarnya, polis asuransi adalah suatu kontrak yakni suatu perjanjian yang sah antara penanggung (dalam hal ini perusahaan asuransi) dengan tertanggung, dimana pihak penanggung bersedia menanggung sejumlah kerugian yang mungkin timbul dimasa yang akan datang dengan imbalan pembayaran (premi) tertentu dari tertanggung.

Menurut Undang-Undang No. 2 Tahun 1992, yang dimaksud dengan asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri pada tertanggung, dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian pada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Agar suatu kerugian potensial (yang mungkin terjadi) dapat diasuransikan (insurable) maka harus memiliki karakteristik: 1) terjadinya kerugian mengandung ketidakpastian, 2) kerugian harus dibatasi, 3) kerugian harus signifikan, 4) rasio kerugian dapat terprediksi dan 5) kerugian tidak bersifat katastropis (bencana) bagi penanggung.

Timbul pertanyaan; kematian adalah sesuatu yang pasti, mengapa bisa diasuransikan? Meski merupakan sesuatu yang mengandung kepastian, namun kapan tepatnya saat kematian seseorang berada diluar kendali orang tsb. Sehingga saat terjadinya peristiwa kematian yang betul-betul mengandung ketidakpastian inilah yang menyebabkannya insurable.

Ada dua bentuk perjanjian dalam menetapkan jumlah pembayaran pada saat jatuh tempo asuransi yaitu: kontrak nilai (valued contract) dan kontrak indemnitas (contract of indemnity). Kontrak nilai adalah perjanjian dimana jumlah pembayarannya telah ditetapkan dimuka. Misal, nilai Uang Pertanggungan (UP) pada asuransi jiwa. Kontrak indemnitas adalah perjanjian yang jumlah santunannya didasarkan atas jumlah kerugian finansial yang sesungguhnya. Misal, biaya perawatan rumah sakit.

Dalam hal perusahaan asuransi berusaha menekan kemungkinan kerugian yang fatal/besar, maka dapat mengalihkan resiko kepada perusahaan asuransi lain. Hal ini disebut reasuransi; perusahaan yang menerima reasuransi dinamakan reasuradur.

Selain kelima karakteristik diatas, sebelum dapat diasuransikan, maka perusahaan asuransi harus mempertimbangkan insurable interest dan anti seleksi. Insurable interest berkaitan dengan hubungan antara tertanggung dengan penerima santunan/manfaat – dalam hal terjadi kerugian potensial. Contoh, perusahaan asuransi tidak akan menjual polis asuransi kebakaran kepada pihak selain pemilik gedung yang diasuransikan.Insurable interest dlm contoh ini adalah kepemilikan thd sesuatu yang diasuransikan. Begitu pula hubungan keluarga, keterkaitan financial yang beralasan, juga merupakan bentuk insurable interest. Yang dimaksud anti seleksi (kontra seleksi) mengacu pada adanya kecenderungan lebih besar untuk ikut asuransi karena memiliki tingkat resiko diatas rata-rata. Contoh, orang yang memiliki catatan kesehatan buruk atau resiko pekerjaan berbahaya cenderung mau membeli asuransi. Untuk mengurangi akibat anti seleksi, perusahaan asuransi harus dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasi potensi resiko atau kerugian. Proses identifikasi dan klasifikasi tingkat resiko itu disebut underwriting atau seleksi resiko. Namun bukan berarti anti seleksi menyebabkan pengajuan asuransinya ditolak, karena bagi tertanggung dengan resiko kerugian diatas rata-rata dapat dikenakan premi sub standar (premi khusus) disebabkan resikonyasub standar (resiko khusus) kecuali jika kemungkinan kerugiannya jauh lebih tinggi, mungkin permohonan asuransinya ditolak.

Bisakah Menjadi Jutawan Dengan Memilih Karier Sebagai Agen Asuransi

Agen asuransi bukanlah seorang karyawan atau pegawai, agen asuransi adalah seorang entrepreneur, dan sudah lazimnya seorang pebisnis yang baru bergabung dalam salah satu perusahaan asuransi akan selalu bertanya dalam benaknya : “Bisakah Menjadi Jutawan Dengan Memilih Karier Sebagai Agen Asuransi?” . Jawabannya adalah : BISA!. Ada enam alasan mengapa bisa jadi jutawan dengan berkarier di bisnis asuransi.

1. Agen Asuransi Tidak Membutuhkan Banyak Modal.

Ada empat jenis usaha , ada usaha dengan modal kecil dan keuntungan kecil, yaitu usaha konvensional seperti jualan nasi kucing, makanan goreng-gorengan dan lain-lain. Ada usaha dengan modal besar, keuntungan besar pula, misal usaha pabrik ekspor, importir. Ada usaha dengan modal besar, tetapi keuntungan kecil, misal stasiun pengisian bahan bakar umum, distributor gas elpiji, reload pulsa telekomunikasi.

Ada pula usaha dengan modal kecil, namun keuntungannya berlipat ganda, inilah bisnis sebagai agen asuransi. Keuntungan yang besar pun akan didapatkan oleh nasabahnya. Modal yang dikeluarkan oleh agen asuransi sebatas uang transport harian dan uang pendaftaran untuk mengikuti ujian AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) agar mendapatkan lisensi untuk berjualan produk asuransi. Keuntungan yang bisa didapat melebihi puluhan juta rupiah.

2. Agen Asuransi Bisa Mengatur Waktu Sendiri Dalam Menjalankan Bisnisnya.

Seperti telah dituliskan diatas, bahwa agen asuransi bukanlah seorang karyawan, melainkan seorang pengusaha, karena bisa mengatur jadwal kerjanya sendiri dan menentukan targetnya sendiri. Jika bekerja penuh dengan dedikasi, tulus dengan hati, dan disiplin, maka bisa dipastikan kesuksesan akan diraih. Disiplin yang dimaksud adalah dalam hal waktu, pencatatan, pelayanan terhadap nasabah, pengetahuan tentang produk dan ketulusan dalam membantu nasabah untuk memperoleh manfaat. Profesionalisme perlu dijunjung tinggi dalam menjalankan bisnis ini.

3. Agen Asuransi Bisa Membentuk Jaringan Untuk Meningkatkan Karier.

Dalam menjalankan bisnis ini, seorang agen bisa menjalankannya secara berkelompok, sehingga bisa mengembangkan pendapatan bonusnya melalui rekruitmen. Perekrutan bisa dilakukan oleh agen sendiri dan menunggu persertujuan dari perusahaan yang menaungi. Minimal punya lima orang dalam team yang semuanya aktif akan mempercepat meningkatnya bonus agen. Karena itu tidak heran jika agen asuransi bisa cepat kaya melalui bisnis ini.

4. Selalu Mendapat Bimbingan Dari Manager Asuransi.

Seorang agen yang berhasil membimbing teamnya akan meningkat kariernya menjadi Unit Manajer, dan bertanggung jawab untuk selalu membimbing agen-agen baru yang telah direkrutnya. Sehingga bagi agen-agen asuransi baru, tidak perlu kuatir jika dilapangan belum begitu menguasai cara penjualan.

Manajer yang baik adalah orang yang selalu memantau perkembangan agen-agen yang direkrutnya. Keberhasilan agen asuransi juga merupakan keberhasilan manajernya. Setiap pengetahuan, trik dan rahasia-rahasia menjual produk asuransi akan ditularkan tanpa ada yang ditutupi.

Walaupun begitu sebagai agen yang ingin sukses haruslah selalu belajar dan belajar. Karena salah satu faktor pendukung kesuksesan adalah belajar seumur hidup. Bahkan ada agen asuransi yang suksesnya melebihi orang yang merekrutnya.

5. Agen Asuransi Adalah Pekerjaan Yang Sifatnya Seni Dalam Membina Hubungan Dengan Orang Lain.

Sebagai agen baru, jangan takut tidak berpengalaman dan kurang bisa berkomunikasi dengan calon nasabahnya, karena hal itu bisa dikerjakan dengan team dibawah bimbingan manajer. Motivasi atau dorongan akan selalu diberikan oleh seorang manajer yang handal.

Dalam bisnis ini, seorang agen sebenarnya bisa berlaku sebagai konsultan keuangan bagi nasabahnya, agen harus tahu betul kebutuhan-kebutuhan nasabah, kemampuan nasabah dan tipe nasabah dalam hal menempatkan keuangannya. Ini merupakan seni, sehingga agen juga harus belajar membina hubungan dengan orang lain ( Skill With People ).

Jika agen bisa menguasai seni ini, maka bisa dipastikan sang agen memperluas rangkaian bisnisnya dan kesempatan untuk menjadi pengusaha kaya akan semakin terbuka lebar.

6. Risiko Kecil Dibanding Bisnis Konvensional.

Jika belum sukses dalam bisnis ini, agen tidak akan rugi besar, karena modalnya kecil. Sebaliknya jika sukses, agen bisa memperoleh keuntungan besar dibandingkan pendapatan pokok saat ini jika masih bekerja sebagai karyawan biasa di suatu perusahaan. Agen tidak memerlukan biaya tinggi, karena bisa dilakukan dengan paruh waktu, tidak perlu membangun kantor sendiri. Agen adalah pemimpin bagi diri sendiri.

Bisnis asuransi adalah bisnis yang membantu orang lain untuk memperkecil risikonya sebagai tertanggung atau pengalihan risiko atas nilai ekonomi pribadi maupun grup ataupun barang yang dimiliki (asuransi kerugian).

Jika Anda pembaca blogger ini ingin bergabung dalam team saya, ataupun ingin menjadi nasabah perusahaan asuransi yang menaungi saya yaitu Manulife Financial Semarang Global, maka kirimkan data Anda melalui

e-mail : steventimothy.soedibyo@gmail.com

%d blogger menyukai ini: